Duka Kanjuruhan: 129 Tewas, 18 Belum Teridentifikasi dan 180 Terluka

oleh -16 Dilihat

AWAN kelabu menggantung di Bumi Malang, sebanyak 129 orang suporter Arema Malang meregang nyawa dan sisanya sebanyak 180 orang lagi mengalami luka.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta dalam jumpa pers resmi bersama Guabernur Jawa Timur, Kofifah Indar Pawansa mengungkapkan 129 korban meninggal dunia akibat insiden di Stadion Kanjuruhan, Malang. Ada yang meninggal di stadion dan rumah sakit.

“Jumlah korban 129 orang 2 di antaranya anggota Polri,” kata Nico dalam di Polres Malang, Minggu (2/10).

Perwira tinggi bintang dua ini menjelaskan, korban dilarikan ke berbagai rumah sakit yang ada di Kabupaten dan Kota Malang. Masih ada ratusan lainnya yang dirawat.

“Yang meninggal di stadion 34, 95 meninggal di RS saat dalam penanganan,” tuturnya.

Kericuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan terjadi usai Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10). Begitu pluit akhir ditiup wasit, suporter yang hadir di stadion menyemut masuk ke dalam lapangan. Kericuhan tak terhindarkan.

Dalam sejumlah gambar yang terabadikan, terlihat ratusan suporter masuk ke lapangan. Pihak kepolisian pun terlihat mencoba menghalangi namun tak dapat berbuat banyak sebab jumlah suporter yang membeludak.

Gas air mata pun ditembakkan. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat gas air mata memenuhi sebagian area stadion. Suporter yang berada di lapangan pun lari tak tentu arah.

Gubernur Jawa Timur, Kofifah Indar Parawansa yang hadir dalam keterangan pers di Polres Malang memastikan bahwa untuk korban meninggal, Pemprov Jatim membantu biaya takziah sebesar Rp 10 juta plus Rp 5 juta dari Bank Jatim. Selain itu, korban juga dibantu dengan nilai yang sama oleh pemerintah daerah masing-masing.

“Bagi warga Kota Malang, selain santunan Rp 10 juta dari Pemprov Jatim dan Rp 5 juta dari Bank Jatim, pun mendapat santunan dari Pemkot Malang dengan nominal yang sama. Begitupun sebaliknya dengan warga Kabupaten Malang, mereka akan mendapat tambahan dari Pemkab Malang sebesar Rp 10 juta,” imbuhnya.

Presiden Joko Widodo dalam keterangan resminya di Istana Negara, selain menyesalkan kejadian ini juga meminta agar kompetisi sementara dihentikan sampai tuntas investigasi penyebab tragedi berdarah tersebut.  (*/kum/ted)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *