Duka Kanjuruhan, Himmatul Aliyah desak pemerintah selidiki secara mendalam

oleh -45 Dilihat

Soccernesia.com – Anggota Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah mendesak pemerintah mengusut tuntas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas tragedi yang menewaskan 131 orang, 31 luka berat, dan 253 luka sedang atau ringan pada Sabtu, 1 Oktober 2022.

“Saya mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan tata kelola sepakbola di Indonesia secara menyeluruh,” kata Himma dalam keterangan pers belum lama ini.

Politisi Fraksi Partai Gerindra ini mengatakan, selama 15 tahun terakhir, ada 78 pendukung yang tewas sebelum, saat, dan setelah pertandingan sepak bola.

Namun, kini tragedi Kanjuruhan telah bertambah sebanyak 131 orang. Tragedi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan olahraga mengabaikan hak-hak pendukung yang seharusnya dijamin dan dilindungi sebagaimana tertuang dalam UU Keolahragaan yang baru.

Pengesampingan ini menunjukkan bahwa penyelenggara melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana. Oleh karena itu, pihaknya mendesak pemerintah untuk memberikan hak restitusi atau kompensasi kepada seluruh korban dan keluarganya korban tragedi Kanjuruhan.

Berdasarkan Pasal 7A Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, korban tindak pidana berhak atas restitusi berupa penggantian kerugian harta benda atau penghasilan; ganti rugi yang disebabkan oleh penderitaan yang berkaitan langsung sebagai akibat dari suatu tindak pidana; dan/atau penggantian biaya pengobatan dan/atau psikologis.

Oleh karena itu, Komisi X akan mengundang pihak-pihak untuk meminta penjelasan terkait tragedi Kanjuruhan, antara lain Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Polri, PSSI, PT Liga Indonesia Baru, Panitia Penyelenggara, Indosiar, dan suporter Arema yang akan dilakukan saat jam istirahat.

Adapun tim investigasi yang telah dibentuk pemerintah, Himma mengapresiasi pembentukan tim pencari fakta independen gabungan atau TGIPF. “Diharapkan (TGIPF) dapat melakukan investigasi menyeluruh terhadap tragedi tersebut,” pungkasnya. (*/telah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *