FORSGI Wonogiri Bersama Askab PSSI, Siap Cetak Pemain Berbakat dan Bermoral

oleh -15 Dilihat

Soccernesia.com – Berita Terbaru Seputar Sepakbola Nasional FORSGI Wonogiri Bersama Askab PSSI, Siap Cetak Pemain Berbakat dan Bermoral

WONOGIRI – Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) Wonogiri dan Asosiasi PSSI Kabupaten Wonogiri (Askab) berkomitmen untuk memajukan pembibitan pemain pra-remaja atau anak-anak.

Pembina FORSGI Wonogiri Warsito mengungkapkan pihaknya menggelar audiensi dengan Askab PSSI untuk pengenalan FORSGI yang belum lama ini lahir di Kota Sukses. FORSGI Wonogiri lahir Januari lalu.

“Setelah kulo ini terima kasih, selanjutnya kami mohon petunjuk dan arahannya juga,” kata Warsito didampingi Ketua FORSGI Wonogiri Purnomo.

Warsito menambahkan, ada dua misi besar dengan terbentuknya FORSGI. Mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota, termasuk di Wonogiri. Ia tidak hanya ingin mencari pemain sepak bola berbakat.

“Tetapi juga bagaimana memastikan agar anak-anak U-10 dan U-12 yang kita incar memiliki akhlak yang mulia. Sehingga memiliki sikap yang terpuji baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujarnya.

Ketua FORSGI Purnomo menambahkan, pihaknya baru saja selesai mengikuti kompetisi Piala Gubernur Jawa Tengah di Karanganyar. Setelah sukses menyabet juara kedua, pihaknya akan mewakili Jawa Tengah pada Kompetisi Menpora Cup di Jakarta pada 22-24 Oktober mendatang.

“Mohon doakan dan dukung ASkab PSSI, tim U-10 dan U-12 kita bisa bermain maksimal dan menghasilkan hasil terbaik,” kata Purnomo.

Ketua PSSI Wonogiri Askab Sri Wiyoso menyambut baik kehadiran FORSGI di Kota Sukses. Ia yakin, FORSGI akan berkembang pesat dan mampu menghasilkan pemain-pemain muda berbakat dan berprestasi. Sepak bola Wonogiri akan semakin menggeliat dengan lahirnya forum baru ini.

“Secara pribadi saya tahu betul siapa pengurus FORSGI, orang-orang yang memiliki semangat pantang menyerah dalam berjuang, meski harus ‘numbok’ uang pribadi,” kata Sri Wiyoso.

Pihaknya siap membantu FORSGI dalam menyelenggarakan kompetisi internal. Hal itu karena memiliki basis massa yang jelas hingga ke tingkat desa dan kecamatan, sehingga memungkinkan FORSGI untuk mengadakan kompetisi. “Misalnya lomba antar kabupaten,” katanya. (al/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *