Harry Kane berencana untuk memakai ban kapten khusus di Piala Dunia Qatar 2022

oleh -30 Dilihat

Soccernesia.com – Berita Terbaru Sepakbola Nasional dan Dunia (Soccernesia) Harry Kane berencana untuk memakai ban kapten khusus di Piala Dunia Qatar 2022

Memuat…

Harry Kane berencana mengenakan ban kapten khusus bertuliskan One Love saat tampil di Piala Dunia Qatar 2022. Ban lengan memiliki hati dalam warna pelangi yang mewakili semua latar belakang / Foto: Sky Sports

LONDON – Harry Kane berencana mengenakan ban kapten khusus bertuliskan One Love saat tampil di Piala Dunia Qatar 2022. Ban lengan memiliki hati dalam warna pelangi yang mewakili semua latar belakang.

Penggunaan ban lengan khusus merupakan bagian dari inisiatif anti-diskriminasi, termasuk hak-hak komunitas LGBTQ+. Kampanye One Love digagas oleh Belanda dan didukung oleh sembilan negara lainnya, yaitu Belgia, Denmark, Prancis, Jerman, Norwegia, Swedia, Swiss, dan Wales.

Menurut laporan Sky Sports, Selasa (10/11/2022), Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) bersikeras tetap menggunakan ban kapten khusus kapten meski berisiko menerima denda dari FIFA. Oleh karena itu, diperlukan izin dari federasi sepakbola dunia untuk mengenakan ban kapten khusus tersebut.

BACA JUGA: Membicarakan Masa Depan Kylian Mbappe Itu Rumit

Tiga minggu lalu, kelompok kerja UEFA di Qatar meminta izin FIFA dan sedang menunggu tanggapan. Rencananya, delegasi dari grup tersebut akan bertemu FIFA di Zurich pada Rabu (12/10/2022) dan akan meminta pembaruan.

Delegasi juga akan membahas pembentukan dana kompensasi bagi pekerja migran dan keluarganya dan pembentukan pusat kesejahteraan di Doha untuk pekerja migran. FA adalah anggota kelompok kerja tetapi bukan bagian dari delegasi yang bepergian ke Zurich.

BACA JUGA: Pemberontakan Kylian Mbappe, Siap Hengkang di Bursa Transfer Januari

“Saya mengerti bahwa FA Inggris dan federasi lainnya siap menerima denda, yang mana? Sepuluh ribu euro, 20.000 euro? Sanksi terhadap protes yang sangat kecil ini dan sekali lagi FIFA gagal menyelesaikannya,” kata jurnalis olahraga Guardian, Jonathan. Liew. .

(yov)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *