Impian Nenek Tuminten Terwujud, Bupati Sergai H Darma Wijaya Datang dengan Sepeda Baru – Sumut24

oleh -5 Dilihat

Soccernesia.com -Wow Impian Nenek Tuminten Terwujud, Bupati Sergai H Darma Wijaya Datang dengan Sepeda Baru – Sumut24

SERDANG BEDAGAI | SUMUT24
Impian Nek Tuminten untuk mendapatkan sepeda baru akhirnya terwujud. Impian janda berusia 70 tahun yang tinggal di Dusun Harapan I Desa Pegajahan Kecamatan Pegajahan diwujudkan oleh Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H Darma Wijaya.

Cerita bermula pada Jumat (11/11/2022), saat hendak bermain sepak bola di lapangan sepak bola di SD Negeri 104267 bersama guru dari Kecamatan Pegajahan, Bupati Darma Wijaya mendapat kabar bahwa Nek Tuminten, 70 tahun -janda tua, pengen punya sepeda buat kerja jual sapu lidi dan kukus barang bekas.

Menerima kabar tersebut, pihak Kabupaten Sergai didampingi Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sergai Sayutinur, Kepala Dinas Pendidikan Sergai Suwanto, Manajer PS. Wartawan Sergai Darmawan, Ketua PWI Sergai Edi Saputra, Kepala Desa Suka Sari Karmadi langsung mendatangi rumah Nek Tuminten.

Awalnya, kedatangan Bupati tidak disangka-sangka oleh nenek yang memiliki empat anak dan 7 cicit ini. Asiknya ngobrol sama Tuminten sambil menyeka air matanya mengungkapkan keinginannya memiliki sepeda kepada Bupati Darma Wijaya

“Iya pak, saya mau punya sepeda pak, supaya bisa cari pelepah sawit, lalu dijual lagi, selama ini saya hanya jalan kaki saja,” kata Tuminten.

Selang beberapa menit, sepeda merah itu langsung diserahkan dan diserahkan Bupati kepada Nek Tuminten. “Ini sepedanya, nanti bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, semoga rejeki juga lancar ya Bu, sehat selalu ya Bu,” kata Bupati Darma Wijaya.

Sontak, pemberian Bupati membuat Nek Tuminten terkejut. Ia memeluk sepeda cantik itu sambil menangis dan berulang kali mengucapkan terima kasih kepada Bupati Darma Wijaya.

“Saya tidak menyangka Bupati datang ke rumah saya dan memberi saya sepeda cantik ini, ya Allah, saya senang bisa naik sepeda jualan sapu lidi,” teriaknya.

Tuminten mengatakan, sejak suaminya tinggal pada tahun 2015, ia terpaksa bekerja mencari pelepah sawit dan menggunakan botol mineral untuk dijual kembali, dan uang itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Mulai besok saya tidak jalan lagi, ada sepeda yang diberikan Bupati, saya senang sekali,” kata Tuminten. (Bdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *