Komunikasi PSSI Buruk, Butuh Juru Bicara yang Tepat

oleh -25 Dilihat

Soccernesia.com -amazing Komunikasi PSSI Buruk, Butuh Juru Bicara yang Tepat

JAKARTA – Ada usulan agar PSSI menunjuk juru bicara untuk membenahi komunikasi publik terkait Tragedi Kanjuruhan, dengan Reisa Broto Asmoro disebut sebagai sosok yang tepat.

Hal ini dikatakan oleh Pendiri Football Institute, Budi Setiawan. Menurutnya, komunikasi publik PSSI buruk dalam mengeluarkan pernyataan yang terkadang malah menuai sorotan.

Anggota Exco PSSI, Sonhadji, misalnya. Ia pernah menyebut tragedi kanjuruhan itu “takdir Tuhan”. Publik langsung merespon negatif karena dianggap tidak peka terhadap situasi dan kondisi. Selain itu, sejumlah tokoh di PSSI juga kerap berbicara di depan publik sehingga memunculkan anggapan kurangnya koordinasi. Untuk itu, PSSI disarankan untuk menunjuk juru bicara dan Reisa Broto Asmoro yang berprofesi sebagai dokter dianggap orang yang tepat.

“Kami melihat sosok dokter Reisa Broto Asmoro layak dan layak dipertimbangkan sebagai juru bicara PSSI. Kepiawaian Reisa dalam menyampaikan perkembangan sehari-hari selama pandemi menjadi bukti bahwa ia mampu meredam kebosanan dan kemarahan publik selama dikurung di rumah,” kata Budi.

“Tugas utama Reisa sebagai juru bicara PSSI bukan untuk membicarakan kebijakan dan teknis sepakbola, tentu dia akan sangat kesulitan mempelajari sepakbola dan PSSI dalam waktu singkat. Tugas utama Reisa adalah memberikan informasi pers tentang apa sebenarnya PSSI itu. sudah bersama AFC, FIFA, dan Pemerintah,” lanjutnya.

Perbaikan komunikasi PSSI diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik. Khususnya para pecinta sepak bola di tanah air.

“Keterbukaan ini menurut kami penting untuk disampaikan kepada publik agar PSSI bisa mendapatkan kembali kepercayaan FIFA dan Pemerintah, khususnya publik, karena bagaimanapun publik adalah alasan PSSI ada. Saya yakin Reisa mampu mengelola ekspektasi publik. . Perlu diingat, seringkali pembawa pesan sama pentingnya dengan isi pesan itu sendiri. Istilah sepakbola adalah naturalisasi dari Doctor Reisa,” tambahnya. (*/jpg/abi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *