Menjalani Sanksi, Arema FC Tidak Setuju dengan Opsi Sentralisasi Liga 1

oleh -8 Dilihat

Soccernesia.com -Wow Menjalani Sanksi, Arema FC Tidak Setuju dengan Opsi Sentralisasi Liga 1

Arema FC sepertinya tidak setuju dengan isu kelanjutan Liga 1 Indonesia akan digulirkan dengan sistem bubble hingga sisa musim 2022/2023.

soccernesia.com – Arema FC sepertinya tidak setuju dengan isu kelanjutan Liga 1 Indonesia akan digulirkan dengan sistem gelembung untuk sisa musim 2022/2023.

Ya, isu ini saat ini sedang gencar berkembang di publik sepakbola Indonesia, seiring dengan vakumnya kompetisi Liga 1.

Izin pemerintah, dalam hal ini dari kepolisian, menjadi faktor utama di balik masalah ini. Sudah dengan sistem gelembungditambah masalah tidak ada penonton.

Situasi ini juga menggambarkan bahwa Kompetisi Liga 1 akan bergulir seperti saat Indonesia dilanda pandemi COVID-19 pada musim 2021/2022.

Perkembangan isu ini pun mendapat banyak tanggapan kontra di kalangan klub dan suporter. Aremania, menjadi salah satu pihak yang menolak opsi untuk diterapkan di Liga 1.

Pendukung setia tim berjuluk Singo Edan itu menyuarakan penolakannya di media sosial. Aremania menganggap sistem bubble tidak adil bagi semua klub Liga 1.

“Kami hormat ketika mendengar Aremania menolak menggelar semua pertandingan tanpa penonton dan sistem bubble,” kata Tatang Dwi Arifianto, Sabtu (22/5/22).

“Sudah cukup Arema FC menjalani hukuman ini,” tambah Komisaris Utama PT Arema Aremania United Berprestasi di Indonesia.

Meski demikian, Arema FC menyatakan siap melanjutkan kompetisi sesuai keputusan PT Liga Indonesia Baru selaku penyelenggara Liga 1.

“Soal format dan sistemnya, kami siap mengikuti,” kata Tatang Dwi Arifianto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *