Piala Dunia: 100 Momen Luar Biasa, Debut Spektakuler Kroasia (2)

oleh -14 Dilihat

Soccernesia.com – Piala Dunia: 100 Momen Luar Biasa, Debut Spektakuler Kroasia (2)

Manado, DetikManado.com – Prancis menjadi juara Piala Dunia 1998 setelah mengalahkan Brasil di final. Tapi penampilan Kroasia telah memukau dunia.

Zinadine Zidane membawa tuan rumah Prancis menjadi juara Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah menyingkirkan Ronaldo Cs di final dengan skor 3-0.

Terlepas dari penampilannya yang brilian Les Blues Prancis, mata dunia juga tertuju pada Kroasia yang melakoni debutnya di Piala Dunia 1998.

Kroasia berusia kurang dari tujuh tahun sebagai negara merdeka ketika Piala Dunia Prancis 1998 dimulai. Negara Yugoslavia yang terpecah-pecah baru saja lahir, dan pada saat itu juga sedang dilanda perang.

Namun Kroasia yang saat itu berpenduduk 4 juta jiwa tampil memukau di pentas sepakbola dunia. Tim berbaju kotak-kotak merah putih memiliki ambisi yang lebih besar dari sekedar ambil bagian.

Tokoh-tokoh seperti Znonimir Boban, Robert Prosinecki dan Davor Suker hingga Allen Boksic membanggakan dan bertalenta di turnamen tersebut. Mereka juga membuktikannya dengan menyingkirkan Jamaika, Jepang, dan Rumania milik Gheorghe Hagi.

Kroasia tampil mengesankan untuk bertemu Jerman di perempat final yang tak terlupakan.

Pertandingan antara Jerman dan Kroasia dimainkan di Stade de Gerland, Lyon pada Sabtu 04 Juli 1998.

Hanya sedikit yang mengira mereka akan mampu menantang juara tiga kali itu. Tidak ada yang memperkirakan Vatreni akan membuat kekalahan terberat Jerman di Piala Dunia dalam empat dekade dengan mencetak tiga gol yang belum terjawab.

“Itu adalah pertandingan hidup kami,” kata Znonimir Boban, gelandang andalan AC Milan, seperti dikutip dari situs resmi FIFA.

Disingkirkan oleh dua gol dari Lilian Thuram dari Prancis di babak empat besar, Kroasia masih akan meraih perunggu dengan mengalahkan tim Belanda yang bertabur bintang di babak play-off untuk tempat ketiga.

“Kami membuat sejarah, masuk dan mengambil tempat ketiga luar biasa untuk negara berpenduduk empat juta orang yang telah sangat menderita dalam perang,” kata Suker, yang kembali ke rumah dengan Sepatu Emas adidas setelah kampanye enam gol. (Joseph Ikanubun)

Cetak Ramah, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *