Tak Ingin Ribuan Orang Kehilangan Penghasilan, Ibu Pilih KLB

oleh -32 Dilihat

Soccernesia.com -amazing Tak Ingin Ribuan Orang Kehilangan Penghasilan, Ibu Pilih KLB

soccernesia.com – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule (Ibul) akhirnya bersedia mengikuti desakan untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).

Ibul mengaku hal itu dilakukan karena tidak ingin menimbulkan retakan di bagian bawah. Ibu menghindari perpecahan.

“Selain itu, saya juga tidak ingin ratusan ribu orang yang terlibat dalam sepak bola disandera,” katanya, seperti dikutip Selasa (1/11).

Selain pemain, pelatih, ofisial dan penonton, dalam lingkup kompetisi, pergerakan ekonomi begitu dahsyat. Jika persaingan berhenti, pengangguran akan meningkat.

“Bayangkan bagaimana tukang parkir, pedagang asongan, tukang ojek, angkutan kota, dan tukang bangunan lainnya kehilangan mata pencahariannya,” ujarnya.

Ibul menegaskan bahwa dia sama sekali tidak ingin mempertahankan posisinya. Karena tidak ada yang abadi. Jangankan posisi, hidup tidak bisa dipertahankan. Ketika saatnya telah tiba, siapa pun akan dijemput oleh kematian.

“Ini benar-benar pengalaman yang tidak bisa saya lepaskan,” kata Ibul.

PSSI sendiri sudah mengirimkan surat permohonan KLB ke FIFA. Surat tersebut menyatakan bahwa permintaan resmi KLB hanya ada dua, namun tekanan terhadap KLB dari banyak pihak begitu besar. Dan disebutkan pula bahwa tekanan terhadap wabah tersebut disebabkan oleh salah satu keputusan yang dibuat oleh tim TGIPF pemerintah.

Sebagai anggota FIFA, PSSI meminta agar induk federasi sepakbola dunia mengizinkan KLB digelar.

Secara terpisah, Ketua Tim Perancang Statuta PSSI, Dali Tahir menambahkan, keputusan itu diambil usai rapat Exco di kantor PSSI, Jumat (28/10) malam. Meski secara resmi hanya dua klub yang menyurati PSSI, yakni Persis Solo dan Persebaya, Ibul memastikan pihaknya siap melaksanakan KLB.

Dali Taher menambahkan bahwa ini bukan pertama kalinya model tekanan ini diperkenalkan.

“Ali Sadikin digulingkan. Kemudian, Nurdin Halid didemonstrasikan selama 11 bulan, 2010-2011. Demonstrasi itu jelas terkoordinasi, kata Dali.

“Saya tidak mau menuduh kali ini sama dengan 2010-2011. Tapi, sebagai orang tua yang sudah 40 tahun berkecimpung di sepak bola dalam dan luar negeri, saya hanya mengingatkan PSSI bahwa mereka pernah mengalami hal seperti itu,” pungkas Dali. (rmn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *