Tak Hanya di Kanjuruhan, Ini 10 Tragedi Sepakbola yang Mengguncang Dunia

oleh -74 Dilihat

SEPAKBOLA kembali berduka, setelah dikabarkan puluhan orang meninggal dunia dalam kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang, Sabtu (1/10) hingga Minggu (2/10) dini hari.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Nico Arfianto, mengungkapkan ada 127 orang meninggal dunia akibat kerusuhan tersebut.

Seperti diketahui, insiden itu terjadi setelah laga Arema FC vs Persebaya yang berkesudahan dengan skor 3-2 untuk kemenangan tim tamu. Usai wasit meniup peluit akhir pertandingan, suporter tim tuan rumah menyerbu lapangan. Itu juga yang membuat pihak Kepolisian menembakkan gas air mata, sehingga menimbulkan suasana makin mencekam dan panik bagi para penonton yang masih berada di dalam stadion.

Melihat korban jiwa yang berjatuhan itu, bisa dibilang ini menjadi tragedi paling kelam dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Dikutip dari laman BuliranNews, ini 10 tragedi terburuk lainnya dalam sejarah sepak bola dunia yang menelan banyak korban jiwa. Berikut paparannya:

24 Mei 1964 Lima, Peru

Lebih dari 300 orang tewas dan 500 lainnya terluka dalam kerusuhan di Stadion Nasional setelah Argentina mengalahkan Peru dalam pertandingan kualifikasi Olimpiade.

Dalam momen tersebut, kekacauan pecah ketika wasit menganulir gol Peru ketika pertandjingan dua menit lagi akan berakhir.

23 Juni 1968 Buenos Aires, Argentina

Ada 74 orang tewas dan lebih dari 150 lainnya terluka setelah pertandingan River Plate vs Boca Juniors.

Stadion Monumental menjadi saksi dari tragedi kelam antara dua tim ini. Pendukung Boca Juniors terjebak tidak bisa keluar dari pintu 12 setelah laga berakhir.

Dalam insiden di kandang River Plate tersebut, dari 74 yang tewas, 71 di antaranya disebutkan sebagai pendukung Boca Juniors dan 133 lainnya mengalami cedera parah.

Publik sepak bola Argentina kemudian juga menyebutnya sebagai Pintu Neraka karena ribuan orang mendesak masuk ke dalam lorong tersebut tanpa menyadari bahwa yang sudah dilorong tidak dapat membuka pintunya.

2 Januari 1971 Glasgow, Skotlandia

Stadion Ibrox Park di Glasgow. Total 66 orang pendukung klub sepak bola tewas setelah pertandingan antara rival sekota Glasgow Celtic dan Glasgow Rangers.

Bencana itu terjadi karena pembatas hancur dan runtuh ketika ribuan penggemar berjalan keluar dari stadion. Kekacauan yang diakibatkan oleh kerumunan itu sendiri yang tidak menyadari.

20 Oktober 1982 Moskow, Rusia

Total 66 orang tewas dalam peristiwa ini. Momen itu terjadi saat penonton meninggalkan pertandingan Piala UEFA antara Spartak Moscow dan Haarlem, dari Belanda, di Stadion Luzhniki.

29 Mei 1985, Brussel.

Tercatat 39 orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi pada final Piala (Liga) Champions antara Liverpool dan Juventus di Stadion Heysel.

12 Maret 1988 Kathmandu, Nepal

Ada 93 orang tewas ketika ribuan penggemar sepak bola melonjak ke pintu keluar stadion yang terkunci untuk melarikan diri ketika tiba-tiba terjadi badai.

15 April 1989, Sheffield, Inggris

Tercatat 96 tewas dan ratusan terluka di Stadion Hillsborough yang penuh sesak. Hillsborough bisa dibilang sebagai tragedi sepakbola paling parah di Negeri Ratu Elizabeth.

Insiden itu pecah pada babak semifinal Piala FA yang mempertemukan Liverpool dan Nottingham Forest pada 15 April 1989.

Saat itu, suporter yang sudah berbondong-bondong datang ke Hillsborough Stadium untuk menyaksikan pertandingan tersebut.

Sayangnya, jumlah mereka terlalu banyak untuk menjejali stadion yang kini berkapasitas 39 ribu orang tersebut. Hasilnya, banyak suporter yang berdesak-desakan di tribune penonton.

Hal tersebut membuat beberapa suporter yang terlanjur berada di dalam terjebak bersama suporter lainnya dan tak bisa ke mana-mana.

Saat laga baru berjalan beberapa menit, wasit sudah harus menghentikan pertandingan pada pukul 15.06, akibat penonton memasuki lapangan.

Akan tetapi hal tersebut bukanlah sebuah invasi biasa namun sebuah upaya menyelamatkan diri dari kondisi yang akhirnya merenggut 96 nyawa suporter.

16 Oktober 1996 Guatemala City

Ada 84 orang tewas dan 147 lainnya terluka ketika penggemar yang panik hancur dan dibekap sebelum kualifikasi Piala Dunia antara Guatemala dan Kosta Rika.

9 Mei 2001 Stadion Accra Sport, Ghana

Sekitar 126 penggemar sepak bola meninggal, Kejadian ini bermula dari pertandingan derby Liga Utama Ghana, antara tuan rumah Hearts of Oak menjamu Asante Kotoko.

Saat pertandingan memasuki menit ke-85 dengan kemenangan Hearts of Oak dengan skor 2-1, pendukung Asante Kotoko mulai terlihat frustasi.

Mereka mulai merobek kursi dari tribun dan melemparkannya ke dalam lapangan.

1 Februari 2012 – Port Said, Mesir

Total 74 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka setelah pertandingan antara al-Masry dan al-Ahly.

Momen buruk itu terjadi saat ribuan penggemar al-Masry menyerbu lapangan dan menyerang fans tim tamu. Liga Mesir ditangguhkan selama dua tahun sebagai hasilnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *